BULA, TINTATIMUR.ID — Kabar kembira untuk warga masyarakat di Daerah pemilihan (Dapil) III, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dalam penguatan pelayanan kesehatan.
Kabar gembira ini datang dari RSUD Goran Riun yang berada di Kecamatan Pulau Gorom kini telah resmi menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan mulai Kamis (29/10/2026).
Kepastian ini membuka peluang penguatan layanan kesehatan melalui skema pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Meski, rumah sakit tersebut masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan fasilitas dan sumber daya manusia.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten SBT, Punira Kilwalaga, mengatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari proses penilaian yang telah dilakukan sebelumnya.
“Karena di saat penilaian, alhamdulillah kami punya nilai memenuhi untuk dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama,” katanya.
Dia memastikan, sejak tanggal tersebut RSUD telah resmi bergabung dalam layanan BPJS Kesehatan. Pelayanan yang memenuhi ketentuan program JKN dapat ditanggung melalui skema pembiayaan BPJS Kesehatan.
“Per hari ini, tanggal 29 hari ini, itu sudah join BPJS,” ujar Punira.
Lebih lanjut, meski kerja sama telah resmi berjalan, namun masih terdapat sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti pihak rumah sakit.
Pembenahan itu mencakup sarana dan prasarana serta sumber daya manusia, termasuk kebutuhan tenaga medis spesialis.
“PR-nya adalah sarana dan prasarana atau SDM-nya itu yang diperbaiki sesuai dengan catatan-catatan pada saat penilaian,” jelasnya.
Dirinya menegaskan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama ini tetap berjalan meskipun rumah sakit belum resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pemerintah daerah sebelumnya menanggung pembiayaan pelayanan tersebut melalui anggaran daerah.
“Kalau pelayanan, selama ini mau ada BPJS atau tidak ada BPJS juga tetap dilayani dan itu secara gratis,” tegasnya.
Ia menambahkan dengan berlakunya kerja sama ini, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh catatan hasil penilaian ditindaklanjuti secara konsisten.
"Kita perlu memastikan perubahan skema pembiayaan berjalan seiring dengan peningkatan fasilitas, ketersediaan dokter spesialis, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat." Pungkasnya. (RED)
0Komentar