BULA, TINTATIMUR.ID — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Timur (SBT) kembali menyalurkan air bersih untuk warga dan masjid di Kota Bula. 

Sebelumnya, kedua lembaga penegak hukum ini menyalurkan 11 ribu liter air kepada warga Suku Bati Rumbouw dan Bati Rumoga. 

Sekitar pukul 08.30 WIT, mereka kembali distribusi 20 ribu liter air bersih di Kota Bula pada sejumlah titik yang terdampak kekeringan dengan menggunakan armada tangki air.

Hal tersebut disampaikan Kasi Intel Kejari SBT, Candra Saputra dalam pers rilis, diterima Tintatimur.id, Jumat (02/10/2026).

Candra menjelaskan kegiatan tanggap darurat tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus respons terhadap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di SBT, khususnya Bula dan sekitar.

"Penyaluran bantuan dimulai sekira pukul 08.30 WIT dengan mengerahkan armada tangki air ke sejumlah titik yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih," ujarnya. 

Dia mengatakan, distribusi bantuan air bersih ini difokuskan pada dua sasaran utama, yakni fasilitas ibadah dan permukiman warga. 

Langkah ini dilakukan untuk menunjang kebutuhan sanitasi sekaligus memastikan aktivitas ibadah masyarakat tetap berjalan dengan baik.

"Distribusi air bersih antara lain dilakukan di Masjid Assalam dan Masjid Darussalam yang berada di sekitar Kota Bula. Selain untuk kebutuhan sanitasi, ketersediaan air di rumah ibadah menjadi penting mengingat aktivitas jamaah tetap berlangsung di tengah kondisi kekeringan yang terjadi," jelasnya.

Dirinya menyebut, bantuan disalurkan secara langsung kepada warga di dua komplek antara lain Rumatiga dan Jalan Kelapa Dua. 

Air bersih yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari, mulai dari kebutuhan memasak dan minum hingga kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus).

Ia menambahkan, pihaknya bakal terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Upaya penanganan dampak kekeringan akan dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah maupun elemen masyarakat lainnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat SBT dalam menghadapi kondisi kemarau dan kekeringan, khususnya di wilayah yang mengalami krisis air bersih. (RED)