BULA, TINTATIMUR.ID — Masyarakat Negeri Lahema, Kecamatan Kesui Watubela, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sangat kesulitan air bersih.

Keterbatasan sumber air bersih membuat masyarakat harus menyeberangi laut menggunakan sampan fiber menuju Negeri Efa untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Warga Negeri Lahema, Anwar Wajo, meminta Pemerintah daerah (Pemda) SBT segera melihat kondisi tersebut sebagai persoalan mendesak yang membutuhkan penanganan konkret.

Anwar menilai, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat terus bergantung pada perjalanan laut hanya untuk mendapatkan air bersih.

“Anak-anak Negeri Lahema mengambil air dari Negeri Efa untuk kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan perahu fiber. Walaupun nyawa menjadi taruhan, mereka tetap bersemangat karena kebutuhan air bersih memaksa mereka melakukan itu untuk membantu orang tua,” kata Anwar kepada Tintatimur.id, Sabtu (03/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut semakin mendesak karena aktivitas mengambil air juga melibatkan anak-anak.

Selain persoalan jarak, perjalanan menggunakan transportasi laut memiliki risiko keselamatan, terutama ketika kondisi cuaca dan gelombang tidak bersahabat.

Dia mendorong Pemda SBT segera mengambil langkah penanganan melalui anggaran yang dapat digunakan untuk kondisi darurat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah daerah harus melihat keadaan darurat ini melalui Dana Belanja Tidak Terduga atau BTT,” tegasnya.

Dirinya berharap pemerintah dapat menggunakan instrumen anggaran yang tersedia untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk penyediaan air bersih.

Lebih lanjut, penanganan tidak cukup hanya dengan bantuan air dalam jangka pendek. Pemerintah juga perlu memikirkan solusi yang lebih permanen agar masyarakat Negeri Lahema memiliki sumber air bersih yang layak dan mudah diakses.

“Ini bukan hanya soal air, tetapi sudah menyangkut keselamatan warga. Jangan sampai masyarakat, terutama anak-anak, terus mengambil risiko menyeberangi laut hanya untuk mendapatkan air,” pungkasnya. (RED)