BULA, TINTATIMUR.ID - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus berupaya memperjuangkan peningkatan layanan telekomunikasi dan komunikasi darurat bagi masyarakat di wilayahnya.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pertemuan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten SBT dengan jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Kamis (18/06/2026).

Pertemuan yang difasilitasi vendor Trada Call Center 112 itu menjadi momentum penting bagi Pemkab SBT untuk menyampaikan berbagai persoalan telekomunikasi yang hingga kini masih menjadi tantangan di daerah berjuluk Ita Wotu Nusa tersebut.

Kepala Diskominfo SBT, Sitti Meutia Manaban mengatakan, sejumlah isu strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk adanya beberapa titik terminasi jaringan telekomunikasi serta pengembangan layanan Call Center 112 sebagai sarana komunikasi darurat masyarakat.

"Alhamdulillah hari ini kami difasilitasi oleh pihak vendor Trada Call Center 112. Kami bertemu dengan Plh Direktur dan tim akselerasi layanan," ujarnya.

Menurutnya, seluruh persoalan yang disampaikan mendapat respons positif dari pihak Komdigi.

Bahkan, berbagai masukan yang disampaikan Pemkab SBT diterima dengan baik sebagai bahan tindak lanjut untuk peningkatan layanan di daerah.

"Ada beberapa kendala kami di SBT yang langsung kami sampaikan dan alhamdulillah responsnya sangat baik, terutama terkait beberapa titik yang diterminasi dan juga Call Center 112," katanya.

Respons positif tersebut dinilai menjadi harapan baru bagi peningkatan akses telekomunikasi di Kabupaten SBT yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala akibat kondisi geografis wilayah yang tersebar dan terdiri dari banyak pulau.

Manaban menyampaikan apresiasi kepada pihak Trada yang telah menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada pihak berwenang.

"Kami berterima kasih kepada pihak Trada yang telah menjembatani kami untuk bertemu dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia terkait masalah-masalah yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur," tuturnya. 

Ia berharap hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada tahap koordinasi semata, tetapi segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret sehingga layanan telekomunikasi maupun Call Center 112 di Kabupaten SBT dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Kami berharap apa yang telah dibahas dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kualitas layanan komunikasi dan komunikasi darurat bagi masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur," pungkasnya.(RED)