BULA, TINTATIMUR.ID - Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fadli Salim Elbatan, menegaskan bahwa kemandirian fiskal harus menjadi agenda besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam forum Rapat Paripurna Ke-9 Masa Persidangan Kedua Tahan Sidang 2026, dalam rangka Penyampaian rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati (LKPJ) Tahun 2025.
Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2026, dalam rangka Penyampaian Pandangan Akhir Fraksi-fraksi dan Persetujuan Bersama terhadap 7 Rancangen Peraturan Daerah, Kamis (11/06/2026).
Menurutnya, SBT memiliki sumber daya alam yang melimpah dan peluang investasi yang besar. Potensi tersebut harus dikelola secara optimal agar mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
"Seram Bagian Timur memiliki banyak potensi yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Jika dikelola dengan baik, potensi tersebut tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Dia menilai, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, jasa, hingga sektor-sektor produktif lainnya masih menyimpan peluang besar untuk dikembangkan sebagai pilar ekonomi daerah.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih agresif menarik investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kehadiran investor.
Kata dia, harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan aktivitas ekonomi, dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
"Investasi harus menjadi instrumen pembangunan. Perusahaan yang beroperasi di daerah ini diharapkan tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif melalui kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia optimistis, dengan pengelolaan potensi daerah yang tepat dan dukungan investasi yang kuat, Kabupaten Seram Bagian Timur mampu berdiri lebih mandiri secara fiskal serta menjadi salah satu daerah yang tumbuh maju di Maluku.
"Sudah saatnya kekayaan daerah menjadi kekuatan utama untuk membangun SBT yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya.(RED)

0Komentar