AMBON, TINTATIMUR.ID - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, mengingatkan kehadiran proyek strategis nasional Blok Masela tidak boleh hanya menjadi simbol investasi besar di Maluku
Mega proyek tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata dan kesejahteraan bagi masyarakat daerah tersebut.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, saat ini pertanyaan yang paling penting bukan lagi kapan Blok Masela beroperasi.
Melainkan sejauh mana kesiapan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyambut proyek migas raksasa tersebut.
"Jangan sampai kekayaan alam berada di rumah kita sendiri, tetapi masyarakat Maluku hanya menjadi penonton di pinggir jalan," tegas Alhidayat, kepada Tintatimur.id, Kamis (25/06/2026).
Dia menilai terdapat tiga aspek penting yang harus segera dipersiapkan agar manfaat ekonomi Blok Masela benar-benar dirasakan masyarakat Maluku.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia dan iklim investas, pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat harus memiliki visi yang sama dalam menjemput peluang besar tersebut.
Tenaga kerja lokal harus dipersiapkan melalui sertifikasi dan peningkatan kompetensi sehingga mampu bersaing dalam kebutuhan industri migas.
Selain itu, pelaku usaha lokal juga harus didorong naik kelas agar dapat terlibat dalam berbagai peluang usaha yang tercipta.
"Yang tidak kalah penting adalah menjaga stabilitas dan keamanan investasi. Jika kondisi daerah tidak kondusif, investor tentu akan berpikir ulang untuk menanamkan modalnya," ujarnya.
Dirinya menegaskan bahwa Blok Masela merupakan kesempatan emas yang tidak datang dua kali. Sebab itu, seluruh elemen masyarakat harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang agar tidak kehilangan peluang besar yang akan hadir di depan mata.
Ia berharap proyek tersebut mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja yang luas bagi generasi muda Maluku.
"Ini bukan hanya soal investasi migas, tetapi tentang masa depan ekonomi Maluku. Kita harus siap menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton," pungkasnya.(RED)

0Komentar