BULA, TINTATIMUR.ID Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dinilai tidak hanya berkaitan dengan legitimasi kepemimpinan, tetapi juga dapat memperkuat proses pengawasan pemerintahan desa.

Anggota DPRD SBT, Abdul Azis Yanlua, mengatakan keberadaan kepala desa definitif akan memudahkan Inspektorat dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa.

Hal itu disampaikan Yanlua dalam Rapat Paripurna Ke-14 Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2026 dan Rapat Paripurna Ke-15, Jumat (14/08/2026) malam.

Dia mengungkapkan, dirinya sempat melakukan rapat dengar pendapat dengan Inspektorat beberapa bulan lalu untuk membahas berbagai persoalan pemerintahan desa.

Dalam pembahasan tersebut, ia mempertanyakan mengapa persoalan desa terus berulang setiap tahun.

Menurutnya, salah satu kendala yang ditemukan adalah pejabat yang ditugaskan memimpin desa tidak selalu berada di lapangan ketika proses pengawasan dilakukan.

“Pegawai yang dipercayakan oleh Pak Bupati untuk memimpin desa itu ketika Inspektorat turun, pegawai itu tidak ada di lapangan. Itu mempersulit Inspektorat dalam melakukan proses pengawasan di lapangan,” ungkapnya.

Dirinya menilai salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah mendefinitifkan kepala desa melalui proses pemilihan.

Dengan adanya kepala desa definitif, kata Yanlua, pengawasan pemerintahan desa dapat berjalan lebih efektif karena pemimpin desa memiliki tanggung jawab langsung kepada masyarakat.

“Ini sebenarnya membantu proses pengawasan dengan cara mendefinitifkan kepala-kepala desa di setiap desa masing-masing,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, urgensi Pilkades bukan semata-mata soal pergantian pemimpin, tetapi menyangkut efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan kedekatan pemimpin dengan masyarakat.

Ia berharap pemerintah daerah serius membicarakan pelaksanaan Pilkades, terutama dengan adanya tambahan anggaran dari pemerintah pusat.

Lebih lanjut, masyarakat harus diberikan ruang untuk menentukan sendiri pemimpin yang akan menjalankan pemerintahan di desa mereka.

“Saya sangat optimis untuk membicarakan pemilihan kepala desa supaya desa-desa itu merasakan mereka punya kepala desa sendiri yang memimpin desa mereka,” pungkasnya. (RED)