AMBON, TINTATIMUR.ID Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerima pesan dalam bambu dari Raja Manusela Sapnat Amanukuany, berisi surat tertanggal 29 Juli 2026 yang menyuarakan persoalan masyarakat adat di Pegunungan Pulau Seram.

Pesan tersebut diterima Gubernur Lewerissa usai pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku, Rabu (19/08/2026).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Maluku ini mengatakan, pesan dalam bambu tersebut sebelumnya hendak disampaikan oleh adik-adik mahasiswa.

Namun, karena bertepatan dengan pelaksanaan Upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pesan itu tidak sempat disampaikan dan baru diterimanya hari ini.

“Saya telah membaca surat Bapak Raja Manusela ini, saya menyimak isinya dan isi surat ini sangat menyentuh hati,” katanya. 

Menurutnya, persoalan masyarakat adat di Pegunungan Pulau Seram tidak boleh diabaikan dalam pelaksanaan program nasional, termasuk yang berkaitan dengan Taman Nasional Manusela.

“Saya berpikir, tidak bisa satu program nasional mengorbankan hak-hak masyarakat adat,” tegasnya.

Dia menekankan, masyarakat di Pegunungan Pulau Seram telah mendiami wilayah tersebut secara turun-temurun selama ribuan tahun, bahkan jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai sebuah negara.

“Apalagi masyarakat di Pegunungan Pulau Seram, yang telah mendiami daerah itu selama turun-temurun, ribuan tahun, jauh sebelumnya adanya Indonesia,” ujarnya.

Sebab itu, momentum 81 tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan 81 tahun HUT Provinsi Maluku menjadi pengingat pentingnya memperhatikan hak-hak masyarakat adat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam batas kewenangan, tugas dan tanggung jawabnya sebagai Gubernur Maluku, Lewerissa memastikan akan memperjuangkan persoalan tersebut kepada Pemerintah Pusat maupun kementerian dan lembaga terkait.

“Saya menyampaikan kepada saudara bahwa dalam batas-batas kewenangan, tugas dan tanggung jawab saya sebagai Gubernur, saya akan memperjuangkan ini kepada Pemerintah Pusat (Pempus). Kepada badan lembaga Kementerian terkait, dengan masalah Taman Nasional Manusela. Khususnya terkait dengan masalah adat dan masyarakat adat di Pegunungan Pulau Seram,” tuturnya.

Dirinya berharap perjuangan tersebut mendapat dukungan dari seluruh pihak, khususnya masyarakat Maluku.

“Terima kasih, topang dan dukung saya. Itu yang bisa saya sampaikan kepada saudara semua. Tetap semangat merdeka,” tutupnya. (RED)