Salah satunya datang dari tokoh masyarakat, Mumu Umasugy yang meminta publik tidak melihat persoalan pembangunan Maluku secara tendensius dengan hanya menyasar Gubernur.
Dia menilai, masyarakat juga perlu melihat keberadaan dua putra Seram yang kini menduduki posisi strategis di pucuk Pemerintahan Provinsi Maluku, yakni Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah.
“Kamong punya dua anak Seram di posisi pucuk pimpinan Pemprov Maluku, Wagub dan Sekda. Mengapa tidak desak mereka? Kalau hanya menyasar Gubernur HL, justru kalian yang tendensius dan sentimen tidak berdasar,” ujar Mumu, kepada Tintatimur.id, Kamis (20/08/2026).
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada dua putra Seram untuk menduduki posisi penting dalam pemerintahan provinsi merupakan bagian dari representasi dan perhatian terhadap Seram.
Mumu menilai, kritik terhadap pemerintah seharusnya disampaikan secara objektif dengan melihat kinerja seluruh jajaran pemerintahan, bukan hanya diarahkan kepada Gubernur Hendrik Lewerissa.
“Mempercayakan dua anak Seram di posisi puncak pemerintahan adalah wujud nyata pedulinya HL terhadap Seram,” tegasnya.
Dirinya mengatakan, Gubernur Hendrik Lewerissa merupakan salah satu gubernur yang dinilai berhasil membawa Maluku melewati berbagai tekanan fiskal dan keterbatasan keuangan daerah.
Mumu bahkan menyebut Lewerissa sebagai gubernur terbaik Maluku dalam 15 tahun terakhir.
“HL Gubernur terbaik Maluku untuk 15 tahun terakhir, mampu membawa Maluku tumbuh meskipun dalam tekanan fiskal atau keuangan daerah yang sangat sulit karena kebijakan Pemerintah Pusat,” katanya.
Untuk mengukur keberhasilan pemerintah daerah, Mumu meminta masyarakat menggunakan data resmi dan terukur, bukan sekadar opini maupun sentimen politik.
Lebih lanjut, data Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku dapat menjadi salah satu rujukan objektif dalam menilai perkembangan pembangunan dan ekonomi daerah.
“Kalau mau cek keberhasilan Gubernur HL, gunakan data resmi, valid dan akurat, seperti hasil laporan BPS Maluku tahun 2026 yang disampaikan resmi ke publik beberapa minggu yang lalu, dan masih banyak lagi,” tuturnya.
Mumu menjelaskan bahwa data yang dirilis BPS pada Agustus 2026 menunjukkan ekonomi Maluku tumbuh positif. Berdasarkan laporan yang dikutip dari keterangan Pemprov Maluku, ekonomi Maluku pada triwulan II 2026 tumbuh 5,30 persen secara tahunan, sementara pertumbuhan semester I 2026 mencapai 5,24 persen.
Sebelumnya, BPS Maluku juga memulai Sensus Ekonomi 2026 dengan menjadikan Gubernur Hendrik Lewerissa sebagai salah satu responden pertama dalam pendataan di Maluku.
BPS menyebut data sensus tersebut akan menjadi dasar untuk penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Mumu berharap perdebatan mengenai arah pembangunan Maluku tidak terjebak pada sentimen personal maupun kepentingan politik tertentu.
Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengkritisi pemerintah berdasarkan data dan capaian yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kamong ini yang nanti biking Maluku seng maju,” pungkasnya. (RED)

0Komentar