AMBON, TINTATIMUR.ID Penantian panjang hampir tiga dekade menuju realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Abadi Masela kini memasuki babak krusial.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turun langsung memimpin jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku meninjau lokasi rencana groundbreaking di Desa Lermatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (26/06/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial. Pemerintah Provinsi Maluku ingin memastikan seluruh persiapan di lapangan benar-benar matang sebelum peletakan batu pertama proyek migas terbesar di Indonesia Timur itu dilaksanakan.

Turut mendampingi Gubernur, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto.

Dankoarmada IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Kabinda Maluku Marsma TNI R. Harys Soeryo Mahhendro, Sekda Maluku Sadli Ie, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

"Dari bandara kami langsung menuju Desa Lermatan dan masyarakat menyambut kami dengan sangat hangat," ujar Lewerissa. 

Menurutnya, kondisi keamanan dan kesiapan lokasi cukup kondusif sehingga pemerintah optimistis proses groundbreaking dapat berjalan aman dan lancar.

Dia menegaskan, peletakan batu pertama nanti akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Maluku setelah proyek Masela tertunda selama kurang lebih 28 tahun akibat berbagai dinamika kebijakan dan investasi.

"Ini bukan sekadar pembangunan proyek migas, tetapi awal dari harapan besar agar Maluku benar-benar menjadi pusat industri gas nasional," tegasnya.

Meski demikian, masyarakat Maluku berharap percepatan proyek tidak lagi berhenti pada seremoni. Groundbreaking harus menjadi awal pembangunan nyata.

"Kita harap proyek strategis ini mampu menghadirkan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Maluku," tutur salah masyarakat Maluku, Arman.(RED)