BULA, TINTATIMUR.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengusulkan berbagai program pembangunan infrastruktur ke Pemerintah pusat (Pempus).

Pengusulan tersebut dilakukan selah melalui tahapan administrasi dan verifikasi, serta kini menunggu tindak lanjut dan realisasi program.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten SBT menjelaskan Ramli Sibualamo mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan berbagai persyaratan yang diwajibkan pemerintah pusat

Termasuk dokumen dan sistem verifikasi yang menjadi syarat utama dalam pengajuan program nasional tersebut. 

"Seluruh proses yang menjadi persyaratan sudah kami lakukan. Dokumen telah diverifikasi dan diunggah ke dalam sistem yang ditentukan pemerintah pusat. Informasi yang kami terima, kemungkinan tindak lanjut program akan mulai terlihat pada Agustus mendatang," ujar Sibualamo, di ruang kerjanya, Rabu (24/06/2026).

Menurutnya, sejumlah usulan yang diajukan berkaitan dengan program strategis nasional di bidang infrastruktur dan sumber daya air. 

Beberapa di antaranya mencakup pembangunan jaringan irigasi serta penyediaan sarana air bersih yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat di Kabupaten SBT.

Dia menjelaskan, berbagai proposal tersebut telah disampaikan melalui mekanisme resmi dan sistem yang disediakan pemerintah pusat.

Bahkan, pemerintah daerah telah lebih dahulu melengkapi seluruh persyaratan teknis dan administratif yang dibutuhkan.

"Dari bidang PSDA juga sudah dilakukan beberapa usulan kegiatan yang berkaitan dengan irigasi dan penyediaan air bersih. Semua sudah kami usulkan melalui sistem dan saat ini tinggal menunggu proses lebih lanjut dari pemerintah pusat," jelasnya.

Dirinya mengatakan, selain mengandalkan program pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT juga menyiapkan dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat berbagai kebutuhan administrasi dan pendampingan teknis yang diperlukan.

Meski sebagian besar usulan telah rampung, Sibualamo PUPR mengakui masih terdapat dua proyek yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian dokumen, yakni pembangunan SPAM Kota Bula dan kolam retensi.

"Dua program yang masih berproses adalah SPAM Kota Bula dan kolam retensi. Saat ini masih dalam tahap penyelesaian dokumen dan persyaratan. Kami optimistis dalam beberapa bulan ke depan prosesnya bisa tuntas," akuinya.

Ia menambahkan, erkait kemungkinan pelaksanaan proyek oleh Balai atau pemerintah pusat, hingga saat ini belum ada kepastian jadwal pelaksanaan.

Namun demikian, proyek tersebut telah masuk dalam perencanaan dan diharapkan dapat direalisasikan setelah seluruh tahapan administrasi selesai.

"Yang jelas program itu sudah direncanakan dan diusulkan. Untuk kapan pelaksanaannya, kami masih menunggu keputusan dan informasi resmi dari pemerintah pusat," pungkasnya.(RED)